Postingan

Bohong (oleh.Payung)

Bohong  Bohong kalo aku bilang aku tidak rindu Bohong Bohong kalo aku bilang perjalanan menuju rumah masih sama seperti dulu Bohong Bohong kalo aku bilang kepergian tidak menciptakan kekosongan Bohong Bohong kalo aku bilang tidak ada yang terasa lebih berat Bohong Bohong kalo aku bilang air mata tidak pernah mengalir Bohong Bohong kalo aku bilang rasa cinta ini masih sama Yang ada rasa cinta ini semakin besar setiap kali aku mengingat senyuman itu Begitupula rindu ini yang tak tahu diri mendorong keluar air mata di saat yang tidak tepat Bohong  Bohong kalo aku tidak pernah berharap untuk bisa bertemu lagi, memeluk lagi. Setidaknya sekali saja aku ingin merasakannya lagi. Tapi Benar Benar bahwa aku harus bersabar Benar bahwa aku harus menunggu Benar bahwa aku harus terus berjuang Benar bahwa karena cinta ini aku harus kuat Benar bahwa masih banyak cinta yang harus aku syukuri, aku perjuangkan. Bahwa dalam mencintai, aku harus lebih baik, lebih tulus, dan lebih ikhlas karena set...

Puisi Malam Ini

Mata yang terkantuk Hati yang menunduk Dan pikiran yang kian suntuk Tapi aku disini menuliskan sebait puisi Di antara malam tanpa bintang Di antara ketakutan akan siang - Bandung, 8 Desember 2021

Balada Seorang Pemuda (by.Fatiya)

Cahaya mentari menyinari bumi Udara sejuk di pagi hari Siulan burung mengiringi Balada pemuda ini  Bersembunyi dan menggigil Meraba-raba dan mundur lagi Bukan dia yang bodoh atau tak mau berlari Tapi hati yang seringkali ragu, tak percaya diri  Beberapa kali tergores dan tersakiti Meninggalkan bekas berupa memori Yang bahkan tak ia sadari Membuatnya mundur lagi dan lagi  Tak peduli dan tak perlu bahagia Cukup tak tersakiti saja Ia tak bergerak sendirian Mengharapkan ketenangan Tapi yang ada ia terjebak dalam pikiran sendiri  Bukan rangkaian kata yang ia butuhkan saat ini Tapi kehadiran dan pelukan kecil Yang sedikitnya Menyalakan kembali lilin kecil ini  Bukan sekotak hadiah Bukan pula sebongkah emas Tapi keberadaan insan yang disayangi Menjadi alasan bertahan di dunia yg menyakitkan ini  Ini bukan kisah manusia lemah Ini kisah manusia yang berusaha bertahan Melewati setiap hal yang menyentuh inti hati Dan menguatkan diri mempertebal pertahanan diri Agar ku...

Kamuflase Hujan (by. Fatiya)

 Seorang gadis binal berlari Dalam hujan deras nan berangin Mengabaikan seruan para penduduk Mengabaikan angin yang menusuk Jauh dalam lubuk hati yang terdalam Ada hujan yang lebih deras Jurang antara kecewa dan cemas Melapukkan batu kuat nan keras Menciptakan luka yang berbekas Maka gadis binal itu berkamuflase dalam hujan Ia tertawa dan tersenyum senang Matanya tak menampakkan kesedihan Tapi ada tetesan yang jatuh bersama air hujan Ketika orang-orang memaki untuk kesekian kalinya Saat hujan telah reda Ia pun menepuk dada Karena yang barusan hanya jeda Sebelum melanjutkan perjalanan Yang mungkin akan mendatangkan hujan yang berbeda Sembari menerka apakah ia bisa berkamuflase lagi nanti? Bandung, 2 Agustus 2021

Tentang Negriku (Oleh.Fatiya)

Gonjang ganjing para pendusta Bahkan gemuruh guruh pun tak terdengar Saking kerasnya suara mereka Memekakkan telinga yang mendengar Kapal penjala ikan terbuncang Inti bumi berdenyut kesakitan Dan bambu runcing kian menajam menyakitkan Belas kasihan jatuh dari gedung tinggi Beriringan dengan iming-iming sekarung beras Adapula tensi untuk mengkhianati demokrasi Apapula demi seporsi nasi Tensi terlanjur diikuti Tapi yang ada semakin malang negri ini Bertambahnya para pencuri Manusia berjas rapi Namun bermental pengemis Mencuri hak para pembela negri Kini yang tersisa hanya nyala lilin Tapi ia tak pernah mati Karena mungkin suatu saat nanti Ia akan berkobar kembali Mengembalikan masa kejayaan negri tercinta ini Bandung, 10 Mei 2021

Pelayaran (Oleh.Fatiya)

Langit yang kelabu Mungkin enggan menjatuhkan hujan Ombak yang besar Datang bukan untuk menenggelamkan Diatas kapal yang bergoyang Kaki ini berpijak tanpa keraguan Meyakini dalam hati Bahwa akan ada pulau indah Diakhir pelayaran Bandung, 3 Oktober 2020 Atas Bimbingan : Kak Kholifatul - Komunitas Sahabat Pena

Tetesan Hujan ( Oleh.Fatiya)

Hujan selalu dipadukan dengan air mata Mungkin karena tetesannya yang tak berdosa Menyimpan memori penuh duka Dan suhu dingin disekitarnya Mengingatkan akan sesuatu yang hilang Jikalau hujan melanda bumi Maka rindu melanda hati Teringat akan memori Tentang dia yang sudah pergi Hujan selalu membawa memori Tentang air mata dan tangisan hati Entah itu rindu atau sakit hati Yang pasti hujan selalu menemani Tapi hujan tak bisa disalahkan Karena hujan adalah ciptaan Tuhan Untuk mengingatkan Bahwa kelah pelangi akan datang Bandung, 26 Oktober 2020